Kamis, 06 Oktober 2016


Soalan :
 
1. Lambang Network Connection tidak muncul pada taksbar
2. Lambang Network Connection tidak muncul pada taksbar
3. Icon network sudah muncul di taksabar hanya saja sering muncul tanda seru kuning
4. Permasalahan jaringan yang ada pada lapisan-lapisan osi layer serta solusinya
5. Pemecahan masalah lapisan transportasi jaringan lan
6. Pemecahan masalah lapisan sesi jaringan lan
     a. domain name system
     b.netbios
     c. netbios over llc

Jawaban :
 
1. Masalahnya adalah biasanya cache yang disimpan dalam windows yang berasal dari registry konfigurasi jaringan adapter mengalami kerusakan. Nah, adapun cara mengatasi ikon network connection yang hilang tersebut adalah dengan cara berikut ini : 

  •         Cobalah ketik regedit pada start di menu RUN atau bisa juga melalui kontak pencarian lalu tekan      Enter. Dengan ini maka registry editor akan membuka.
  •         Cobalah untuk masukan key pada sistem berikut ini: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\Current\ControlSet\Control\Network
  •        Pilih kunci binary yang bertuliskan "config" yang terdapat di panel sebelah kanan, lalu tekan tombol "delete" untuk menghapusnya. Anda tak usah khawatir setelah menghapus kunci tersebut karena window secara otomatis akan mengembalikannya setelah kita melakukan restart komputer. Nah, fungsi dihapusnya kunci "config" ini agar cache pada konfigurasi menjadi bersih.
  •       Setelah keyword tadi kita hapus, Anda bisa menutup jendela registry editor, lalu buka kembali folder network connections, dan juga network adapter secara otomatis akan tampil kembali seperti semula dan window pun tidak akan terjadi masalah lagi.

 Cara lain dengan Command Prompt :

  •             Cobalah ketik ''regsvr32 netshell.dll" (diketik tanpa menggunakan tanda kutip) lalu tekan enter dan akan muncul kotak notification sukses lalu klik OK.
  •             Ketik "regsvr32 netcfgx.dll" lalu tekan enter setelah itu klik OK.
  •             Ketik lagi "regsvr32 netman.dll" tekan enter dan klik OK.


2. Karena soal Nomor 1. dan 2. sama, jadi Jawabanan untuk No.2 sama dengan jawaban No.1


3.     1. Pastikan apakah ada tanda seru berwarna kuning di bagian systray

            Periksa apakah ada tanda seru di systray (pojok kanan bawah komputer) pada icon yang menunjukkan koneksi wireless di laptop. Jika ada segitiga berwarna kuning dengan tanda seru berarti kita sama sekali tidak bisa koneksi ke internet.

         2. Setelah memastikan hal diatas, sekarang masuk ke Control Panel, kemudian pilih Network And Sharing Center.

Setelah itu klik pada Change adapter Setting. Lalu klik kanan pada Wireless Connection dan pilih Properties. Klik dua kali pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4). Setelah itu kita akan melihat sebuah window yang menampilkan detail IP address pada komputer kita. Jika pada detail tersebut masih terisi, maka hapus terlebih dahulu terus pilih pilih Obtain an IP address automatically. Setelah itu klik OK, lau OK lagi. Tunggu beberapa saat hingga kita mendapatkan IP address dari DHCP server hotspot. Perhatikan kembali icon wireless connection yang ada di bagian systray. Jika tanda seru sudah hilang berarti laptop kita sudah tersambung ke internet.

           3. Jika langkah pada nomor 2 gagal, berarti ada masalah pada Wifi card laptop kita.

       Biasanya yang sering terjadi adalah masalah dari driver hardware tersebut.  Solusinya adalah dengan melihatnya di Device Manager. Klik kanan pada My Computer kemudian pilih Manage, kemudian pilih DeviceManager. 

      Perhatikan pada bagian Network adapters, kemudian klik kanan pada hardware wifi di laptop kita, lalu klik Uninstal. Tidak perlu khawatir, karena saat terdeteksi oleh sistem driver secara otomatis akan terinstal kembali. Setelah itu klik kanan dan pilih Scan for hardware changes agar sistem mendeteksi dan menginstal ulang driver hardware wifi tersebut secara otomatis. 
      Setelah selesai tutup Device Manager, kemudian konekkan kembali dengan hotspot wifi. Koneksi internet kita akan kembali normal.

 
4 . Layer 1  Troubleshooting
Layer 1 berkaitan dengan konektivitas fisik dari perangkat jaringan. Permasalahan layer 1 sering melibatkan kabel dan listrik, dan merupakan alasan untuk memanggil help desk. Beberapa umum layer 1 meliputi :
  • Daya perangkat mati
  • Daya perangkat dicabut
  • Koneksi jaringan kabel yang longgar
  • Jenis kabel yang salah
  • Kabel jaringan yang rusak
  • Titik akses nirkabel rusak
  • Pengaturan nirkabel yang salah, misalnya SSID
Untuk memecahkan masalah pada Layer 1, periksa dulu bahwa semua perangkat  listrik  telah menyala. Hal ini mungkin  tampaknya menjadi  solusi  yang  jelas,  tetapi  banyak  kali  orang  yang melaporkan masalahnya mungkin mengabaikan  perangkat  yang  berada  dalam  jalur  jaringan  dari  sumber  ke  tujuan.  Jika  ada  LED yang  menampilkan  status  keterhubungan,  mem-verifikasi  dengan  pelanggan  bahwa  mereka  sedang menandakan secara benar. Secara visual memeriksa semua pemasangan kabel jaringan dan menyambung kembali kabel untuk memastikan koneksi yang benar. Jika masalahnya adalah dengan nirkabel, pastikan titik akses nirkabel operasional dan bahwa pengaturan nirkabel dikonfigurasi dengan benar.
Ketika sedikit troubleshooting suatu masalah, teknisi harus menasihati pemanggil melalui setiap langkah, apa yang harus dicari, dan apa yang harus dilakukan jika kesalahan ditemukan. Jika itu ditentukan bahwa semua Layer 1 terbitan telah ditujukan, sekarang saatnya untuk bepergian atas, model OSI ke Layer 2. Ketika sedikit troubleshooting suatu masalah,  teknisi harus segera memberi  tahu penelepon melewati setiap  langkah, apa yang harus dicari, dan apa yang harus dilakukan Jika suatu kesalahan ditemukan.
Layer 2 Troubleshooting
Masalah pada Layer 2 dapat disebabkan oleh peralatan yang rusak, driver perangkat yang salah, atau switch salah  dikonfigurasi. Ketika  troubleshooting  suatu masalah, mungkin  sulit  untuk mengisolasi masalah  pada layer 2.
Seorang  teknisi  on-site  dapat memeriksa  apakah NIC  terinstal  dan  bekerja  dengan  benar. Reseating NIC, atau mengganti NIC rusak dapat membantu untuk mengisolasi masalah. Proses yang sama dapat dilakukan dengan switch jaringan.
Layer 3 Troubleshooting
Pada Layer 3, teknisi perlu menyelidiki pengalamatan logis digunakan dalam jaringan, seperti skema alamat IP.  Jika  jaringan  menggunakan  alamat  IP,  teknisi  memverifikasi  bahwa  perangkat  tersebut  memiliki pengaturan yang tepat, seperti:
  • Alamat IP dalam jaringan yang ditetapkan
  • Correct subnet mask
  • Default gateway yang benar
  • Pengaturan lain yang diperlukan, seperti DHCP atau DNS
Pada Layer 3, beberapa utilitas dapat membantu dengan proses pemecahan masalah. Tiga command  line yang paling umum adalah :
  • ipconfig – Menunjukkan pengaturan IP pada komputer
  • ping – Tes konektivitas jaringan dasar
  • Tracert – Melihat jalur routing antara sumber dan tujuan tersedia
Kebanyakan masalah  jaringan  biasanya  dapat  diatasi  dengan menggunakan  ini  Layer  1,  2,  dan  3  teknik Troubleshooting.
Layer 4 Troubleshooting
Jika Layers 1 sampai 3 semua muncul untuk menjadi beroperasi secara normal dan teknisi berhasil bisa nge-ping  alamat  IP  dari  server  jauh,  sekarang  saatnya  untuk  memeriksa  lapisan  yang  lebih  tinggi.  Sebagai contoh, suatu firewall jaringan digunakan sepanjang alur, penting untuk memeriksa bahwa aplikasi TCP atau UDP port terbuka dan tidak ada filter mendaftar sedang menghalangi lalu lintas ke port tersebut.
Layer 5 -7 Troubleshooting
Teknisi juga harus memeriksa konfigurasi aplikasi. Sebagai contoh, jika troubleshooting suatu email, pastikan bahwa  aplikasi  yang  dikonfigurasi    benar  mengirim  dan  menerima  informasi  server  email.  Hal  ini  juga diperlukan untuk memastikan bahwa resolusi nama domain berfungsi seperti yang diharapkan.


 
5. Protokol pengguna datagram (UDP)
UDP ( User Datagram Protocol )adalah transport layer yang tidak andal ( unreliable ), connectionless dan merupakan kebalikan dari transport layer TCP.  (RIAN, 2013) Fungsi UDP memberikan pelanggan sebuah transfer data yang tidak dapat diandalkan di mana ketika proses mengirim  pesan dalam bentuk datagram, dan protokol UDP tidak memberikan jaminan penyampaian pesan tertentu / datagram ke soket (end node) pada sistem penerima.  (ADMIN, 2012)

Struktur Data Gram Protokol UDP
delapan (8) byte datagram Pertama berisi informasi header dan byte tersisa berisi data pesan.  datagram header UDP terdiri dari empat (4) bidang dengan masing-masing memiliki ukuran yang sama dengan dua byte:
1.      Nomor port sumber
2.      Nomor port tujuan
3.      ukuran Datagram
4.      Checksum (wikipedia, t.thn.)

Transport protokol kontrol (TCP)
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalahprotokol yang digunakan internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet.Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokolini berupa kumpulan protokol.  (Setiawan, 2011) merupakan suatu protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable). (Kimcil)
     Header TCP
Sebuah segmen TCP terdiri atas sebuah header dan segmen data (payload), yang dienkapsulasi dengan menggunakan header IP dari protokol IP. 
Ukuran dari header TCP adalah bervariasi, yang terdiri atas beberapa field yang ditunjukkan dalam gambar dan tabel berikut. Ukuran TCP header paling kecil (ketika tidak ada tambahan opsi TCP) adalah 20 byte.
Format header TCP, dilengkapi dengan ukuran setiapfield-nya (wikipedia, n.d.)

Transport komponen lapisan protokol inti netware (NCP)
Sebagai hasil dari usaha para programmer dari seluruh dunia, Linux tidak akan tercipta tanpa Internet. Jadi tidaklah mengherankan apabila pada tahap awal pengembangan, beberapa orang mulai mengerjakan kemampuan jaringan di Linux. implementasi UUCP di Linux sudah ada sejak awal dan jaringan dengan basis TCP/IP mulai dikerjakan sejak musim gugur 1992, ketika Ross Biro dan yang lainnya mengerjakan sesuatu yang kini disebut dengan Net-1. (yyuniarti4, 2014)


 
6. 1. Domain name system (DNS)
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
a.        Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
b.      Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
c.       Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon.
Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya. (Jr, 2016)

2. NetBIOS
NetBIOS (singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: Network Basic Input/Output System) adalah sebuah spesifikasi yang dibuat oleh International Business Machine (sebenarnya dibuat oleh Sytek Inc. untuk IBM) dan Microsoft yang mengizinkan aplikasi-aplikasi terdistribusi agar dapat saling mengakses layanan jaringan, tanpa memperhatikan protokol transport yang digunakan. Versi NetBIOS paling baru adalah NetBIOS versi 3. Implementasi versi awal dari NetBIOS hanya mengizinkan jumlah node yang terhubung hingga 72 node saja. Versi-versi selanjutnya memperluas jumlah node yang didukung hingga ratusan node dalam sebuah jaringan. NetBIOS yang berjalan di atas protokol TCP/IP (NetBIOS over TCP/IP) didefinisikan dalam RFC 1001, RFC1002, dan RFC 1088.
Fungsi NetBIOS
  1. Naming Services
    Dipergunakan untuk menyebarkan nama group, user dan komputer ke jaringan. Ia juga bertugas untuk memastikan agar tidak terjadi duplikasi nama.
  2. DataGram Support
    Menyediakan transmisi tanpa koneksi yang tidak menjamin suksesnya pengiriman paket, besarnya tidak lebih besar dari 512 bytes. Metode datagram ini digunakan oleh naming services.
  3. Session Support
    Memungkinkan transmisi dimana sebuah virtual circuit session diadakan sedemikian rupa sehingga pengiriman paket dapat dipantau dan dikenali (yuniarti, 2014)

3. NetBIOS over LLC
NetBIOS (singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: Network Basic Input/Output System) adalah sebuah spesifikasi yang dibuat oleh International Business Machine(sebenarnya dibuat oleh Sytek Inc. untuk IBM) dan Microsoft yang mengizinkan aplikasi-aplikasi terdistribusi agar dapat saling mengakses layanan jaringan, tanpa memperhatikan protokol transport yang digunakan. Versi NetBIOS paling baru adalah NetBIOS versi 3. Implementasi versi awal dari NetBIOS hanya mengizinkan jumlah node yang terhubung hingga 72 node saja. Versi-versi selanjutnya memperluas jumlah node yang didukung hingga ratusan node dalam sebuah jaringan. NetBIOS yang berjalan di atas protokol TCP/IP (NetBIOS over TCP/IP) didefinisikan dalam RFC 1001, RFC 1002, dan RFC 1088 (wikipedia, 16)